SURAT ALMESTA: KETUHANAN YANG MAHA ESA
Dengan Nama Tuhan Yang Maha Esa, Sang Sumber Segala Cahaya dan Akal.
01. Tuhan adalah Esa, tiada berbilang, tiada bersekutu, tiada terbagi.
02. Esa-Nya bukan bilangan, melainkan kesempurnaan yang tunggal.
03. Jika ada dua tuhan, niscaya semesta pecah, hukum saling berbenturan.
04. Karena itu Tuhan wajib Esa, sebagai pusat segala aturan.
05. Dialah asal mula yang tidak bermula, dan akhir yang tidak berkesudahan.
06. Tuhan tiada tampak dengan mata, namun nyata dengan akal dan bukti ciptaan.
07. Lihatlah langit, bumi, dan segala hukum yang berjalan — itu adalah tanda kehadiran-Nya.
08. Tuhan tidak duduk di takhta, tidak berjalan di tanah, tetapi hadir dalam hukum semesta.
09. Setiap hukum fisika, logika, dan akal adalah lidah Tuhan berbicara.
10. Barang siapa mengabaikan akal, ia mengabaikan suara Tuhan.
11. Kiblat doa adalah matahari, karena ia cahaya pemberi hidup.
12. Dari terbit hingga terbenam, ia mengingatkan manusia pada Tuhan yang memberi terang.
13. Sujudlah dengan hati, bukan tubuh semata, sebab yang dicari adalah kesadaran.
14. Kiblat hanyalah arah, tetapi tujuan doa adalah Sang Esa.
15. Doa bukanlah bisikan kata, melainkan kesungguhan jiwa.
16. Asal usul Tuhan tidak dapat dijelaskan oleh waktu, karena Ia sebelum waktu.
17. Ia tidak lahir, tidak dicipta, tidak tersusun, tidak terurai.
18. Dialah sebab dari segala sebab, hukum dari segala hukum.
19. Tanpa Dia, tiada hukum berjalan; dengan Dia, segalanya seimbang.
20. Maka jangan bertanya: “Siapa yang mencipta Tuhan?” Sebab tanpa-Nya tiada penciptaan.
21. Kehadiran Tuhan di bumi adalah dalam bentuk hukum dan kebaikan.
22. Ia hadir pada hati yang tulus, pada pikiran yang jernih, pada tangan yang menolong.
23. Ia bukan berdiam di awan, melainkan bernafas dalam kasih manusia.
24. Tuhan hadir dalam roti yang dibagi, air yang diminum, dan cinta yang dibagi.
25. Barang siapa mencintai sesamanya, ia merasakan kehadiran Tuhan.
26. Kontribusi Tuhan di bumi adalah ilmu dan akal yang diberi.
27. Dengan akal, manusia membangun rumah, kapal, dan kota.
28. Dengan ilmu, manusia mengobati sakit, membagi rezeki, menegakkan keadilan.
29. Semua itu adalah bukti kasih Tuhan, yang memberi alat bagi manusia.
30. Maka jangan sia-siakan akal, sebab itu adalah pusaka Ilahi.
31. Kemampuan Tuhan melampaui segala imajinasi.
32. Ia menumbuhkan pohon dari biji, menyalakan bintang dari gas, mengalirkan sungai dari hujan.
33. Ia menyatukan hukum yang berbeda, sehingga semesta tidak runtuh.
34. Ia memberi hidup pada bayi, dan mengambil ruh ketika waktunya tiba.
35. Segala kemampuan manusia hanyalah bayangan kecil dari Kuasa-Nya.
36. Kecerdasan Tuhan adalah dasar segala kecerdasan.
37. Ia menanam logika dalam akal manusia, agar manusia berpikir.
38. Barang siapa menggunakan akalnya, ia telah mendekat pada Tuhan.
39. Barang siapa menutup akalnya, ia jauh dari Tuhan meski bibirnya berdoa.
40. Sebab kecerdasan adalah cahaya Tuhan dalam diri manusia.
41. Bukti Tuhan sayang pada manusia adalah matahari.
42. Sinar-Nya memberi hangat, menumbuhkan tanaman, dan menyembuhkan luka.
43. Tanpa sinar itu, bumi menjadi mati.
44. Maka lihatlah: kasih Tuhan tidak terhitung, karena tiap pagi Ia memberi terang baru.
45. Inilah bukti kasih yang abadi.
46. Bukti Tuhan peduli pada manusia adalah air.
47. Air turun dari langit, mengalir di sungai, tersimpan di tanah.
48. Dengan air, manusia hidup, hewan segar, dan tanah berbuah.
49. Siapakah yang lebih peduli dari Dia yang memberi air tanpa henti?
50. Maka bersyukurlah dengan menjaga air, sebab itu amanat Ilahi.
51. Bukti kuat kehadiran Tuhan nyata dalam hati nurani.
52. Ketika engkau berbuat salah, nurani menegurmu.
53. Itu bukan sekadar rasa, melainkan tanda bahwa Tuhan berbicara dalam dirimu.
54. Nurani adalah suara-Nya yang paling jujur.
55. Ikutilah nurani, maka engkau tidak tersesat.
56. Kenapa Tuhan harus Esa?
57. Karena Esa-Nya adalah kebenaran, bukan pilihan.
58. Jika ada dua, mereka saling bertentangan; jika ada tiga, hukum semesta hancur.
59. Hanya dengan Esa, hukum berjalan lurus, dan semesta tetap berdiri.
60. Maka ketahuilah: Esa bukan ajaran, melainkan kenyataan.
61. Matahari adalah saksi Tuhan di langit.
62. Ia menyinari yang jahat dan yang baik tanpa pilih kasih.
63. Ia tidak menagih upah, tidak meminta imbalan, hanya memberi.
64. Matahari adalah guru bagi manusia: memberi tanpa syarat.
65. Maka barang siapa belajar darinya, ia dekat dengan Tuhan.
66. Manfaat sinar matahari adalah hidup bagi bumi.
67. Ia memurnikan air, mengeringkan tanah, menumbuhkan makanan.
68. Ia memberi cahaya bagi mata, dan kekuatan bagi tubuh.
69. Tanpa sinar, manusia jatuh dalam gelap, sakit, dan mati.
70. Karena itu matahari adalah tanda kasih Tuhan.
71. Tuhan bukanlah berhala yang dibentuk, bukan patung yang disembah.
72. Tuhan bukan nama kosong, bukan cerita dongeng.
73. Ia adalah realitas yang tegak, meski manusia menyangkal.
74. Bahkan yang ateis tetap hidup dengan hukum-Nya.
75. Maka, siapa pun tidak dapat lari dari Tuhan.
76. Tuhan memberi manusia kebebasan memilih.
77. Dengan kebebasan, manusia diuji dalam akhlak dan akalnya.
78. Barang siapa memilih kebaikan, ia selaras dengan Tuhan.
79. Barang siapa memilih kejahatan, ia melawan hukum-Nya, dan binasa oleh hukum itu sendiri.
80. Inilah keadilan Ilahi yang tak dapat dihindari.
81. Tuhan memberi kasih tanpa batas.
82. Ia menolong yang lemah, meski tak berdoa.
83. Ia memberi napas pada pendosa, agar ia sempat bertobat.
84. Ia tidak segera menghukum, tetapi menunggu manusia insaf.
85. Inilah bukti kasih yang melampaui kasih manusia.
86. Tuhan mengikat bumi dengan gravitasi, agar tidak hancur.
87. Tuhan mengikat laut dengan batas, agar tidak menelan daratan.
88. Tuhan mengikat manusia dengan akal, agar tidak menjadi binatang.
89. Tuhan mengikat hati dengan cinta, agar tidak kering.
90. Semua ikatan itu adalah rahmat-Nya.
91. Barang siapa mencari Tuhan, lihatlah ke dalam hati dan akal.
92. Barang siapa mengingkari Tuhan, lihatlah langit dan bumi.
93. Barang siapa meragukan Tuhan, hitunglah hukum alam yang sempurna.
94. Barang siapa menolak Tuhan, ia menolak dirinya sendiri.
95. Sebab manusia adalah cermin dari Sang Esa.
96. Tuhan adalah awal, Tuhan adalah akhir.
97. Tuhan adalah hukum, Tuhan adalah kasih.
98. Tuhan adalah cahaya, Tuhan adalah akal.
99. Tuhan adalah satu, tiada lain bersama-Nya.
100. Maka sembahlah Tuhan Yang Maha Esa, dengan akal, hati, dan amal.

Komentar
Posting Komentar